Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar? Walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa, seseorang mau berkorban buat sesuatu. Katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa?
Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, h. 101